This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 18 September 2018

I AM & ME

This bottle=me

Why? Mengapa botol ini adalah aku? Botol = aku.
Botol itu berdiri diam di atas meja dan tidak berubah bentuknya. Tinggi dan berbentuk silinder. Dilihat dari segi manapun botol ini tetap terlihat sama. Tidak bergerak, tidak berubah dan diam (statis).

Aku menyamakan diriku dengan botol karena aku merupakan seseorang yang sama dengan citra yang dibawa oleh botol tersebut.
Botol dinamakan botol karena ia adalah botol.
Aku dinamakan aku karena aku adalah diriku.
Tidak peduli seberapa dalam orang memandang. Tidak peduli dari segi manakah orang memandang diriku.
Aku tetaplah aku.
Tidak ada yang bisa merubahku.
Aku adalah seseorang yang apa adanya baik secara penampilan maupun karakteristik.
Tidak peduli apa yang orang katakan terhadap botol itu begitu juga dengan diriku.
Aku ingin orang lain memandang diriku apa adanya tidak peduli bagaimana bentuknya.
Walaupun penampilan cantik tapi kelakuan buruk.
Walaupun penampilan buruk tapi kelakuan cantik.
Bagaimanapun seseorang memandang, aku tetaplah aku.

So guys and girls!
This is me ๐Ÿ˜ƒ๐Ÿ˜ƒ
Aku tidak bisa menjadikan diriku seperti yang orang lain inginkan.
Never!
Botol inipun tidak akan bisa berubah sesuai dengan kehendak khalayak.
Salam wanita botol!
HOOPLA!

๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ


Kamis, 14 Desember 2017

Our Times ๆˆ‘็š„ๅฐ‘ๅฅณๆ™‚ไปฃ

Untuk pertama kalinya, aku akan mereview film yang masih melekat di otak dan hatiku hingga sekarang yaitu OUR TIMES (ๆˆ‘็š„ๅฐ‘ๅฅณๆ™‚ไปฃ). Ini adalah film romance comedy taiwan pada tahun 2015 oleh Frankie Chen. Diperankan oleh cowok kece nih genggs sekaligus aktor pendatang baru namanya "Darren Wang" dan pemeran ceweknya adalah si cantik "Vivian Sung". Film Taiwan ini ga kalah kece kalo dibandingin sama drama korea loh gengsss....


Film ini tuh cocok banget buat kalian anak muda yang lagi di masa-masa puber. Ada sisi moralnya juga nih filmnyaa, penasaran kan? baca aja sampai bawah...


Kisah Flashback pada tahun 1994 di sebuah SMA, Truly Lin (Vivian Sung) yang jatuh hati pada cowok terbeken di sekolah itu yaitu Ouyang Fei Fan (Dino Lee). Namun sayangnya Ouyang berpacaran dengan cewek terpopuler yaitu Tao Min Min (Dewi Chien).

Suatu hari, Lin mendapatkan surat yang berisi bahwa jika ia tidak menyebarkan surat kepada orang lain maka ia akan terkena sial. Surat-surat itu ia berikan kepada kakaknya, gurunya yang menyebalkan, Tao Min Min karena Lin cemburu kepada Min Min yang menjadi pacarnya Ouyang, dan yang terakhir dia berikan ke Hsu Tai Yu (Darren Wang) karena Lin melihat Tai Yu yang mengganggu Ouyang.Hsu Tai Yu merupakan kepala gangster yang populer di SMA itu. Suatu ketika, teman Tai Yu menemukan surat yang sama di meja Lin. Lantas Tai Yu langsung memanggil Lin dan menjadikannya teman padahal kenyataanya Lin hanya dijadikan budak oleh Tai Yu. Tai Yu yang menyukai Min Min dan Lin yang menyukai Ouyang bersepakat untuk bekerjasama memisahkan pasangan tersebut. 

  

Hari demi hari berlalu hingga Tai Yu dan Lin sama-sama sadar bahwa  mereka menyukai satu sama lain. Sayangnya, Tai Yu harus ke luar negeri untuk mengobati penyakit yang ada di kepalanya. Lin yang patah hati terus menunggu Tai Yu yang tidak kunjung pulang dalam waktu yang lama. Hingga bertahun-tahun berikutnya ketika Lin sudah dewasa, ia yang dari dulu ngefans sama Andy Lau datang ke konser Andy Lau. Di situlah ia bertemu dengan Andy Lau sekaligus dengan Hsu Tai Yu yang ternyata merupakan panitia konser Andy Lau yang berjudul "Truly Love You".

Moral yang dapat kita ambil yaitu Janganlah kita membully orang lain, karena kita tidak akan tahu apa yang akan kita dapat. Dari film di atas, Hsu Tai Yu yang suka membully orang lain khususnya Lin, ia menjadi suka dengan Lin karena perbuatannya. 

~The End~

Ini nih sedikit cuplikan filmnya....



soundtracknya juga bagus nih gengsss
Hebe Tien - A little Happiness ❤❤❤